7 OKTOBER 2011

RENUNGAN HARIAN, JUMAT, 07 OKTOBER 2011
“Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku, gunung batuku kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah”. (Mazmur 62:8)
Rasa aman adalah salah satu kebutuhan dasariah kita. Tiap orang ingin merasa aman. Kita ingin aman dalam hal-hal yang tampak kecil seperti aman dari ejekan penghinaan atau penyingkiran. Apalagi dalam hal-hal yang lebih besar seperti kecelakaan, kejahatan dan pencurian.  Pesrasaan aman tidak terjadi begitu saja. Sering kali kita sendiri harus mengusahakannya dengan berbagai cara. Namun, sumber batin untuk rasa aman adalah sikap mempercayakan diri kepada penyelenggaraan TUHAN. Memang berbagai ancaman dan bahaya masih dan akan selalu tetap ada: Namun kita tahu kepada siapa kita mempercayakan diri, seperti tertulis, “…aku tahu kepada siapa aku percaya” (2 Tim. 1:12).Ketika menyanyikan pujian ini, pe-Mazmur yaitu Daud sangat yakin dan percaya pada perlindungan Allah.  Rasa aman dalam perlindungan Allah. Semua istilah yang diungkapkannya berkaitan dengan rasa aman: selamat, mulia, gunung batu perlindungan. Dia merasa aman, terlindung dan terpelihara. Mulia atau terhormat, karena Allah yang mahakuasa menyertainya. Lalu dia merasakan Allah yang senantiasa bertindak adil itulah yang menjadi pelindung dan pembelanya. Daud menyadari walaupun begitu banyak musuh yang mengancam, TUHAN akan menjaga, melindungi dan memeliharanya.Nici Dister menulis dalam buku Psikologi agama: “Kepastian iman ini baru diperoleh dalam tindakan percaya itu sendiri…kepastian hanya timbul bila ia menanggapi secara positif ajakan TUHAN untuk menyerahkan diri kepada-Nya…Baru dalam tindakan penyerahan tersebut – dan bukan sebelumnya – manusia beroleh kepastian.”

Pada zaman Musa sudah dirasakan penting yang namanya tempat perlindungan. Musa menentukan tiga kota di sebelah timur dan tiga kota di sebelah barat Yordan (Ul. 4:41-43; Yos. 20:7) sebagai kota perlindungan bagi mereka yang dalam suatu kecelakaan membunuh orang dan yang diancam kerabatnya untuk dibalas.  Kita patut bersyukur sebagai orang Kristen karena memiliki tempat perlindungan, yaitu Allah yang hidup, yang berkuasa. Dia akan selalu melindungi, menjaga dan memelihara kita. Kita pasti merasa aman di dalam tangan-Nya. Tidak ada yang dapat merampasnya. Nyanyian Kidung Jemaat (KJ) No. 388:3 syairnya mengatakan: “Yesus, perlindunganku, t’lah mati bagi ku; pada-Nya ku percaya Yesus kekal teguh. Biar bertabah hati ‘ku menantikan-Nya sampai hari-Nya tiba dasn fara merekah”.  (PaM)

Doa:Ya, Tuhan Allah kami, Engkaulah pelindung kami setiap saat. Apapun yang terjadi, Engkaulah yang hendak kami andalkan dalam perjalanan hidup kami. Trimkasih Tuhan. Amin!

Sumber : GKPI PUSAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *