6 OKTOBER 2011

RENUNGAN HARIAN, KAMIS, 06 OKTOBER 2011
“Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? (Nehemia 5:9b)
Takut akan Allah!…….Takut akan TUHAN………Jangan takut…!. Itulah perkataan yang sering kita temui dalam Alkitab! Perkataan itu bisa membingungkan bukan? Di satu pihak kita disuruh takut dan harus takut akan Allah, di lain  pihak kita diminta ‘jangan takut”. Apa artinya ini?  Menurut kamus Bahasa Indonesia: takut artinya adalah merasa tak berani (ngeri, gentar) melihat dsb sesuatu yang pada perasaannya akan mendatangkan bencana bagi dirinya.Takut juga mempunyai arti gerun, segan dan hormat. kemudian kawatir, gelisah dan yang terakhir tidak berani.  Dalam Alkitab ada beberapa pemahaman tentang takut, rasa takut, ketakutan. Pertama takkut yang kudus,yaitu dampak pengenalan orang percaya akan Allah yang hidup. Ketakutan akan Allah adalah pemberian Allah, yang memampukan orang takut sekaligus menghormati kekuasaan Allah, menaati perinta-perinta-Nya, membenci sambil menjauhkan diri dari semua bentuk kejahatan (Yer. 32:40). Lagi pula takut akan TUHAN itu adalah permulaan hikmat (Maz. 111:10), rahasia kelurusan hati  (Ams 8:13), ciri umat yang disenangi Allah (Maz. 147:11) dan kewajiban setiap orang (Pkh 12:13). Roh takut akan TUHAN adalah salah satu sifat yang ditanamkan Allah pada Mesias-Nya (Yes. 11:2-3).Dalam PL, agama sejati sering dianggap sama dengan takut akan TUHAN (Yer. 2:9), Maz. 34:11). sebagian besar penyebabnya adalah hukuman yang sesuai tuntutan hukum Taurat.. Pada zaman PB, ungkapan “hidup dalam takut akan TUHAN’ digunakan berkaitan dengan orang Kristen perdana.  Nehemia berpesan kepada umat Israel, bahwa dengan berlaku takut akan Allah akan berdampak terhindarnya dari cercaan atau hinaan bangsa-bangsa lain. Dengan takut akan Allah, mempercayakan diri kepada Allah, Allah akan bertindak menjaga, memelihara umat-Nya Israel dari  cercaan atau penghinaan dari musuhnya. Allah tidak membiarkan umat-Nya dihina, dicemooh atau diperlakukan seenaknya.  Allah selalu berpihak kepada umat pilihan-Nya. Apa artinya takut akan Allah atau takut akan TUHAN bagi kita sekarang ini? Takut akan TUHAN adalah berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan meyakini bahwa TUHAN berkuasa menyelamatkan kita dari segala usaha si jahat yaitu Iblis yang akan membinasakan kita. Memang kita harus takut akan Allkah, bukan takut kepada manusia. Kita harus lebih taan kepada Allah daripada kepada manusia seperti yang dikhoitbahkan Petrus pada hari turunnya Roh Kudus (Penatkosta) (Kis. 5:29). Kita harus takut dan gentar akan Allah, Dialah Yang Ilahi, Yang Mahakuasa, maha dahsyat, sangat berkuasa atas dunia ini dan atas kita juga. (PaM)

Doa:Ya, TUHAN, Allah kami, karuniakanlah Roh-Mu yang Kudus itu kepada kami umat pilihan-Mu, agar kami takut hanya kepada-Mu dan mampu menghadapi segala situasi yang membuat kami takut: ketika kami dicerca, kami mampu untuk mengasihi dan mengampuninya! Amin

Sumber : GKPI PUSAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *