4 OKTOBER 2011

RENUNGAN HARIAN, SELASA, 04 OKTOBER 2011
“Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian” (Wahyu 3:5)
Dalam  tradisi beberapa gereja, ada kebiasaan untuk mengenakan pakaian putih kepada orang yang mengikuti acara tertentu di Gereja seperti, baptisan anak, anak yang naik sidi bahkan kepada jasad orang yang meninggal.  Dengan mengenakan kain warna putih, memberi kesan bersih, murni, suci bagi orang yang melihatnya dengan harapan agar orang yang dibabptis berkelakuan bersih, murni dan orang yang naik sidi diharapkan berperangai hidup yang bersih, murni, ” suci” dan orang yang meninggal bersih, murni dan suci untuk menghadap AllahRasul Yohannes  ketika berada di pulau Patmos, memerima wahyu atau penglihatan dari TUHAN untuk disampaikan kepada Jemaat di  Sardis, salah satu dari 7 (tujuh) Jemaat yang menjadi alamat surat tegoran, nasehat dan dorongan. Jemaat Sardis ditegor dan sekaligus juga dikuatkannya: Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!.  Dalam Jemaat Sardis ada beberapa orang “yang tidak mencemarkan pakaiannya” Mereka adalah kelompok  yang menjalani hidup suci dalam Jemaat Sardis. Tuhan Yesus berjanji bahwa “mereka akan berjalan bersama Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak akan itu”. Mereka setia kepada Tuhan Yesus dan firman-Nya. Kita perhatikan bahwa penolakan terhadap kecemaran menentukan kelayakan. Tidak seorangpun dapat menghampiri Allah dengan pakaian yang telah dicemarkan. Ini berarti bahwa tidak seorangpun dapat melihat Allah dengan hati yang dicemarkan oleh dosa. Tuhan berkata: “Sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah (Ibr. 12:14)Setelah menegur Jemaat Sardis tentang yang mencemarkan pakaiannya, Yesus berjanji kepada orang yang menang. Barangsipa menang “ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapakah yang dikatakan orang yang menang di dalam jemaat itu? Tentu orang-orang yang bertobat dan tidak mencemarkan paiakannya. Pada waktu nama-nama mereka dibacakan dari kita kehidupan, mereka akan menjawab: “Ada” Nama-nama mereka akan diakui oleh Tuhan Yesus di hadapan bapa-Nya dan malaikat-malaikat-Nya. Oleh karena itu,  baiklah kita manjaga pakaian kita, yaitu hati kita supaya jangan dicemarkan oleh dosa dan perkara duniawi, sebab barang yang cemar tidak boleh masuk ke dalam surga!Jika kita mulai sekarang memelihara pakaian (hati kita) dengan membasuhnya dengan darah Anak Domba, tentu kita akan berjalan dengan Kristus dengan berpakaian putih. Mungkin “pakaian putih” di sini berarti tubuh kebangkitan yang serupa dengan tubuh Kristus, yang menyinarkan kemuliaan Kristus yang gemilang itu.(PaM)

Doa:Ya Tuhan Yesus Kristus! jagailah hati kami, agar kami layak menerima pakaian putih yang mencerminkan kekudusan-Mu itu! Amin!

Sumber : GKPI PUSAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *