10 OKTOBER 2011

Renungan Harian, Senin 10 Oktober 2011

“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan”(Mazmur 73:24)
Sebagai orang percaya, kita membutuhkan nasihat untuk menolong dan mengarahkan hidup kita kepada hidup yang lebih baik. Nasihat adalah ajaran atau pelajaran yang baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran) yang baik: misalnya seorang ayah menasihati anaknya atau seorang anak dinasihati oleh ayahnya. Dan seringkali juga nasihat disampaikan berupa cerita yang mengandung nasehat. Seorang pemuda teringat akan apa-apa yang dinasihatkan kepadanya beberapa hari yang lalu. Para pemimpin negara, lembaga atau apapun organisasinya, selalu didampingi oleh yang namanya penasihat. Dalam hal terjadinya sesuatu di daerah, kota  lingkungan, penduduknya dinasihatkan tetap tinggal di rumah masing-masing, karea ada wabah penyakit yang sedang melanda
daerah/kota.Dalam Alkitab, ada dijumpai tentang nasehat , penasehat.  Penasihat digunakan untuk “Mesias yang akan datang (Yes. 9:6) dan untuk Roh Kudus dalam Yoh. 14:16, kata Yunani parakletos, yang secara harafiah berarti orang yang dipanggil untuk berdiri disamping terdakwa dalam sidang pengadilan.  Dengan demikian, kata ini menegaskan karya Roh Kudus sebagai penolong, seperti ketika orang-orang Kristen berada di depan pengadilan penguasa Yahudi atau kafir.
Penasihat manusia yang disebutkan dalam PL antara lain: “Ahitofel dan Husai, yang saling berseberangan, ketika Absalom membrontak melawan Daud (2 Sam. 15:30-37). Mesias disebut penasehat ajaib (pele). Sifat ini dikenakan kepada-Nya guna menekankan kecakapan-Nya dengan bijaksana melalukan pemerintahan yang diberbankan di bahu-Nya, yaitu dengan perantara keadilan dan kebenaran memperbolehkan dan melestarikan damai yang kekal. Pe-mazmur menyaksikan bahwa TUHAN Allah yang telah menyelamatkannya, juga mengakatnya ke dalam kemuliaan. Suatu pengalaman yang sungguh ajaib, yang sungguh mengherankan bahwa dia mengalami kedekatan dengan TUHAN. Pengalaman terangkat dari dunia ini   juga dialami oleh beberapa orang percaya;  Henok yang terangkat ke sorga, (Ibr. 11:5, rasul Paulus (2 Kor. 12:2) dan Tuhan Jesus sendiri terangkat ke sorga (Markus 16:19; Luk. 24:51; Kias. 1:9)  Pengalaman terangkat ke surga atau ke dalam kemuliaan Tuhan adalah suatu pengalaman yang  luar biasa, penglaman yang menakjubkan, suatu sukacita yanmg luar biasa, yang barangkali sulit untuk dilukiskan. Hal itu akan dialami oleh setiap orang percaya ketika sudah tiba waktunya meninggalkan dunia, iini dan bersama-sama dengan TUHAN. (PaM)

Doa: Ya, TUHAN, berikan kami ketekunan agar pada waktunya nanti, kami terangkat ke sorga, masuk dalam kemuliaan-Mu! Amin

Sumber : GKPI PUSAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *