25 NOVEMBER 2011

Renungan Harian Jumat 25 November 2011

PERTOLONGAN KITA ADALAH DARI KRISTUS

Yohanes 14 : 27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Perpisahan bagi manusia adalah peristiwa yang sangat menyedihkan dan tidak diinginkan. Secara umum manusia tidak dapat menerimanya dengan sukacita. Terutama jika yang berpisah adalah orang yang benar-benar telah mengenal dan kita kenal satu dengan yang lainnya. Bukan hanya sampai sebatas mengenal dan dikenal, melainkan sudah memberi berbagai nilai positip dalam diri kita juga keluarga.

Demikianlah juga halnya dengan perpisahan Tuhan Yesus kepada murid-murid pada waktu itu. Murid-murid merasa sedih dan mengalami sebuah kekecewaan, karena apa yang mereka pikirkan dan harapkan selama ini ternyata tidak menjadi kenyataan.    Oleh karena itu, Yesus mengetahui pikiran-pikiran yang sedang berkecamuk dalam diri murid-murid. Kemudian Dia memberi sebuah jaminan, pengharapan dan janji, agar murid-murid semakin kuat, tidak takut, cemas dan gelisah. Akhrnya dia memberi tanda dan penghibur yang akan menemani mereka, dengan kehadiran Roh Kudus sebagai manifestasi dari diriNya sendiri. Dengan demikian pengharapan dari murid-murid akan terus menerus terjadi dan dapatkan diwujudkanNya walaupun dalam dimensi dan tujuan yg berbeda. Apakah Damai SejahteraNya sudah benar-benar kita miliki ? Atau justru kita masih menyimpan dan memakai damai sejahtera dari dunia ini ? Jika hidupmu senantiasa penuh dengan kegelisahan dan kegentaran artinya adalah damai sejahtera dunia inilah yang sedang menguasai hidupmu.

Doa    :    Tuhan Yesus Raja Damai, penuhilah hati dan hidup kami dengan damai sejahtera dariMu, agar kami tidak lagi terlalu cemas dan gentar jika menghadapi berbagai kesusahan dan persoalan kehidupan, amin !

Kata-kata bijak    :    Hidupmu tidak bisa diubah ke arah yang lebih baik oleh peluang, tetapi hidupmu akan membaik oleh perubahan dirimu. (Jim Rohn)

Sumber : GKPI PUSAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *