D. KJ NO 128 – 170

Halaman ini berisikan seluruh lirik lagu dari Kidung Jemaat dari  nomor 128 sampai dengan 170. Bagi saudara-saudara yang membutuhkan Lirik Kidung Jemaat dapat mengambil, mengcopy seluruh isi maupun lirik tersebut dari web ini. Untuk mempermudah anda mencari isi Kidung Jemaat yang anda inginkan, silahkan tekan Ctrl+F (Find), setelah itu masukkan nomor atau Judul Kidung Jemaat yang anda Inginkan, lalu tekan ENTER/OK

Akhir masa Natal dan Epifania

KJ. 128 SEKARANG TUHANKU
1. Sekarang, Tuhanku, biarlah hambaMu pergi
dengan sejaht’ra menurut firmanMu;
Kurnia s’lamatMu telah kulihat nyata.

2. Kurnia itulah TerangMu yang baka
bagi segala bangsa; pun Israel
TerangMu yang kekal menjadi kemuliaan.

KJ. 129 DARI TIMUR, JAUH BENAR
1. Dari Timur, jauh benar, kami cari Raja besar.
Lewat gurun, naik turun, dituntun binatangNya.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!

2. Lahir Raja damai baka. Mas kubawa kepadaNya,
kar’na Ia, memerintah, sampai selamanya.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!

3. Aku bawa dupa menyan, lambang doa yang beriman.
Ya Tuhanku, pujianku kiranya berkenan.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!

4. Damar pahit yang kuberi, lambang dukacita pedih
dan sengsara tak bertara dan kubur yang sepi.
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!

5. Agunglah kebangkitanNya, Raja, Tuhan, Kurban esa.
Haleluya, Haleluya! Pujilah bergema!
O, bintang pandu yang cerah, bintang Raja mulia.
Jalan kami kausinari, langkah kami tuntunlah!

KJ. 130 DATANG ORANG ASING
1. Datang orang asing bawa masing-masing dari neg’rinya
mas, menyan dan mira, mahal tak terkira, untuk Rajanya.

2. Datang dari jauh dengan niat mau lihat Rajanya,
menghormati Dia, Anak Manusia, ingin menyembah.

3. Sanalah berbaring dalam kain lampin Jurus’lamatnya.
Masuklah mereka girang dan bersuka, lalu menyembah.

KJ. 131 HAI BINTANG BETLEHEM
1. Hai bintang Betlehem, pimpinlah t’rus kami pun
ke tempat Bayi kudus! Sang putra yang hendak kami sembah,
hai bintang Betlehem, tunjukkanlah!
2. Hai bintang Betlehem, kau tak sesat;
arah tujuanmu sungguh tepat! Rumah jelata yang hina rendah,
hai bintang Betlehem, sinarilah!
3. Hai bintang Betlehem, kami seg’ra masuk
dengan syukur dan menyembah. Apa selayaknya kami beri,
hai bintang Betlehem? Hati jernih!
4. Hai bintang Betlehem, pimpin tetap
kami di dunia dalam gelap. Tunjukkan kami pun tujuanmu,
hai bintang Betlehem : Damai penuh!

KJ. 132 LAHIR PUTRA MULIA
1. Lahir Putra mulia, Raja bala sorga; Tuhan dalam
dunia kena sengsara juga, kena sengsara juga.

2. Sorga ditinggalkanNya, walau Ia Tuhan;
kandang domba rumahNya dan ranjangNya palungan,
dan ranjangNya palungan.

3. Sang Herodes menggeram kar’na iri hati,
menggeledah Betlehem, dan banyak anak mati,
dan banyak anak mati.

4. Lahir dari Maria Putera Ilahi
yang menuntun umatNya ke damai yang abadi,
ke damai yang abadi.

5. Mari kita bersyukur nyanyilah semua,
kumandangkanlah mazmur memuji nama Tuhan,
memuji nama Tuhan.

KJ. 133 HAI BINTANG TIMUR
1. Hai bintang Timur, terbitalh kembali dalam semarak
cahaya terang, sama dengan kau pernah menyinari
orang Majusi di malam kelam.

2. Mari, tunjukkan tempat Yesus lahir! Sungguhkah Dia
di kandang rendah? Bayi lembut di palungan terbaring,
langit dan bumi KerajaanNya.

3. Kami berlutut bersama Majusi: bagiMu, Tuhan,
Pujian syukur! T’rimalah hati yang Kaubuat suci
Bagai pengganti menyan, mas dan mur.

KJ. 134 YERUSALEM, O KOTA DAUD
1. Yerusalem, o kota Daud, betapa kau berubah!
Mangapakah tak lagi kau menjunjung citra sorga?
Majusi datang padamu mencari Putra Damai;
Engkau gelisah terkejut, tak sadar Ia sampai.

2. Yerusalem, mengapakah kausangkal maksud Tuhan?
Di manakah sejahtera yang harus kauwujudkan?
Serupa dulu sang Firaun membunuh anak-anak,
Herodes pun di takhta Daud telah berbuat jahat.

3. O Betlehem di Efrata, tempat mesias lahir,
mestinya kau bahagia sebab Rajamu hadir.
Tetapi duka dan gentar mengganti damai itu:
Di mana-mana terdengar ratapan ibu-ibu.

4. O Betlehem, pusaka Daud, anakmu kaukuburkan,
tetapi di Mesir nunjauh Yang Satu diluputkan.
Serupa Musa yang kecil dijaga oleh Miryam,
Sang Bayi Yesus di Mesir tentram dengan Maria.

5. Yerusalem dan Betlehem, tempatmu tidak aman;
seluruh bumi, kau telah sesat sepanjang zaman.
Manusia, bertobatlah, tinggalkan kejahatan,
Sebab dengan sejahtera Mesia sudah datang!

KJ. 135 BUKAN OLEH RAJA ROMA
1. Bukan oleh raja Roma, bukan oleh si Herodes,
bukan oleh ahli Kitab, bukan oleh si Farisi
manusia dis’lamatkan, mnusia ditebus,
tapi oleh Kanak-kanak yang terbaring di palungan.

2. Bukan oleh yang terdidik, bukan oleh orang pandai,
bukan oleh para ahli yang empunya ilmu tinggi
manusia dis’lamatkan manusia ditebus:
oleh Anak tukang kayu, Anak Yusuf dan Maria.

3. Bukan oleh orang kaya yang tempatnya di istana,
bukan oleh penguasa yang memiliki tentara
manusia dis’lamatkan, manusia ditebus:
oleh Orang yang terhukum, mati pada kayu salib.

KJ. 136 SEBELUM SEMUA JADI
1. Sebelum semua jadi ada Firman Mulia;
Dia Alfa dan Omega, citra Allah BapaNya.
Dia itu Yang Pertama, pun Yang Akhir
Dialah selamanya dan abadi.

2. Oleh Firman diciptakan yang mengisi semesta:
langit, bumi dan samud’ra beserta penghuninya.
Oleh Dia, umtuk Dia terbentuk semuanya
selamanya dan abadi.

3. Ia ambil rupa insan, rupa Adam yang fana,
menderita sampai mati menebus manusia,
agar kita tak binasa, tapi hidup olehNya
selamanya dan abadi.

4. Ia pun telah dikandung dar pada Roh Kudus
dan perawan terberkati melahirkan penebus.
Tampak wujud Jurus’lamat di wajahNya yang kudus
selamanya dan abadi.

5. Puji, hai malaikat sorga, puji Raja semesta!
Penguasa duniawi, puji Allah Yang Esa!
Biarlah segala lidah mengagungkan Tuhannya
selamanya dan abadi.

6. Janji pada masa lampau dalam Dia t’lah genap.
Dialah yang disyairkan di halaman Alkitab.
Sudah datang Jurus’lamat; puji syukur menggegap
selamanya dan abadi.

7. Maha Hakim orang mati, Raja orang hidup pun,
Kau di takhta Allah Bapa mengalahkan lawanMu.
Unsur jahat Kauenyahkan dalam penghakimanMu
selamanya dan abadi.

8. Biar kami, tua-muda, umatMu, kecil-besar,
bersyukur memuji Dikau, Raja adil dan benar:
biar madah orang s’lamat silih-ganti terdengar
selamanya dan abadi.

9. KepadaMu , Yesus Kristus, dan kepada BapaMu
dan kepada Roh Penghibur layak diberi syukur,
puji, hormat dan kuasa dalam KerajaanMu
selamanya dan abadi.

KJ. 137 DARI TERBITNYA SURYA T’RANG
1. Dari terbitnya surya t’rang sampai dibarat terbenam
Sang Kristus diuliakanlah, yang dilahirkan Maria.

2. Maha Pencipta dunia menjadi hamba terendah
dan menebus manusia dari bencana dosanya.

3. T’lah lajir Sang Imanuel yang diwartakan Gabriel;
Yohanes mengelukanNya dalam kandungan bundanya.

4. Walaupun Raja semesta, palungan tak ditolakNya;
Yang menghidupi burung pun, kini menyusu tersenyum.

5. Biduan sorga mulia memuji Allah, BapaNya,
dan kaum gembala mendengar tentang Gembala yang Besar.

6. Orang Majusi dari jauh melihat bintang Putra Daud,
pergi memandang T’rang Baka, mempersembahkan hartanya.

7. Herodes, kau mengapakah cemas menyambut datangNya
yang sungguh tidak akan mau berkuasa seperti engkau?

8. Ratapan ibu terdengar di pembunuhan yang besar
oleh Herodes yang kejam terhadap tunas Betlehem.

9. Para sarjana Alkitab menguji Dia yang berhak
bermuki s’lama-lamanya di dalam rumah BapaNya.

10. Berdiri, putih cemerlang, Sang Anakdomba di Yordan:
pertanda kerelaanNya menghapus dosa dunia.

11. Air jadi anggur yang terbaik mukjizat kuasaNya ajaib:
yang kosong dipenuhiNya dengan berkat karunia!

KJ. 138 YESUS T’LAH DATANG
1. Yesus t’lah datang memb’ri sukacita;
Alfa, Omega dan Firman kekal. Allah sejati dan Maha Pencipta
Bagaimana manusia kita kenal! Sorga dan bumi, siarkan berita:
Yesus t’lah datang memb’ri sukacita!

2. Yesus t’lah datang! Terputus ikatan
yang dalam dosa dan maut menjerat! Rantai diganti dengan kelepasan
dari kungkungan kuasa gelap. Habislah duka, lenyap kecemasan:
Yesus t’lah datang! Terputus ikatan!

3. Yesus t’lah datang dengan berkuasa;
Ia mendobrak penjara teguh! Benteng neraka pun porak poranda,
Jalan merdeka terbuka penuh! Sudahkah kini, hai Iblis, kaurasa?
Yesus t’lah datang dengan berkuasa!

4. Yesus t’lah datang, Pahlawan mulia;
puji kuasaNya, seg’nap mahlukNya! Juruselamatmu hanyalah Dia;
pintu hatimu bukakan seg’ra! Lihat, mahkotamu sudah sedia;
Yesus t’lah datang, Pahlawan mulia!

KJ. 139 T’RANG BINTANG FAJAR BERSERI
1. T’rang Bintang Fajar berseri, cerminan sorga memberi karunia, kebenaran.
Ya Anak Daud, Rajaku, Engkau Pengantin umatMu; hatiku Kau besarkan!
Mahamurah dan mulia, Kau sedia melimpahkan sukacita pangharapan.

2. Engkaulah mutiaraku, Putra mahkota BapaMu, Pangeran Mahamulia!
Kau bunga bakung hatiku; betapa harum InjilMu, lipuran yang sempurna!
Hosiana! Kau dandanan dan santapan yang sorgawi: Kau sertaku tiap hari!

3. Pancarkanlah di batinku cahaya sinar kasihMu, Permata yang abadi!
Ya Pokok-anggur yang benar, buatlah rantingMu segar berbuah yang sejati!
Kaulah Nyala pengasihan, kebajikan dalam hati: rindu lama Kauobati!

4. WajahMu mencerminkan t’rus pribadi Allah yang kudus penuh kemurahanNya.
Ya Yesus, b’rilah sabdaMu dan Roh KudusMu yang teguh sertaku selamanya!
Lihat, ingat akan daku dan Kauhapus air mataku: t’rima aku di mejaMu!

5. Ya Bapa mahamulia, sebelum ada dunia telah Kaupilih aku.
Di dalam Putra TunggalMu Kau menerima diriku: padaNya ‘ku terpadu.
Haleluya! Hidup sorga yang sempurna diberiNya: sukacita tak terhingga!

6. Pujianmu, hai dunia, dengan musik iringilah demi PerjamuanNya!
Muliakanlah Sang Mempelai di singgasana yang permai; bersuka, hai umatNya!
Nyanyi, tari bergiliran, bergembira puji Tuhan, Maharaja Keagungan!

7. Alangkah riang hatiku, sebab ‘ku jadi milikMu, ya Alfa dan Omega!
Yang Awal dan Yang Akhir Kau dan Pohon Hidup di firdaus, Engkau harapan g’reja! Amin, amin, Kurindukan Dikau, Tuhan; ‘ku berkata: oleh Rohmu: “Maranata!”

KJ. 140 O YESUS KRISTUS, T’RANG BAKA
1. O Yesus Kristus, T’rang baka, dunia gelap sinarilah;
tuntun yang susah dan lesu masuk ke kandang dombaMu.

2. Yang tersesat suluhilah dengan terang anugerah;
halau godaan penyemu dengan terang cahayaMu.

3. Domba yang hilang carilah, sembuhkan luka hatinya
hingga padanya Kauberi damai sorgawi tak henti.

4. Yang tuli buatlah sembuh ‘kan mendengarkan sabdaMu;
yang bisu pun pulhkanlah ‘kan mengungkapkan imannya

5. Yang buta Kaucelikkanlah, yang tercerai satukanlah;
pulangkan yang menjauhiMu, yang ragu buatlah teguh.

6. Maka bersatu-padulah sekarang dan selamanya
kami memujiMu terus dalam terangMu yang kudus.

KJ. 141 YESUS, TUHAN, ENGKAULAH MESIAS
1. Yesus, Tuhan, Engkaulah Mesias, diurapi dengan Roh Ilahi,
Kaulah Nabi, Imam, Raja kami, Putra Allah, sempurna dan Ikhlas.

2. Kau setara dengan Allah Bapa, Takhta sorga Kekal Kaumiliki,
rela turun ke dunia ini, Kau menjadi rendah bagai hamba.

3. Dala Yordan Engkau dibaptiskan menggenapkan amanat BapaMu;
sampai mati setia dan patuh bagi kami Engkau disalibkan.

4. Kau terima baptisan Yohanes. Agar kami selamat abadi,
terbenamlah Engkau bagi kami yang ke dalam tubuhMu dibaptis.

5. Dari maut Engkau dibangkitkan, mahaagung namaMu, ya Tuhan;
dalam Dikau kekal ditemukan hudup baru penuh kesucian.

KJ. 142 JURANG DI HATI LEKAS TIMBUNI
1. Jurang di hati lekas timbuni, gunung dosamu ratapkanlah!
Siapkanlah jalan di gurun sunyi: Allahmu datang segera!

2. Suara Yohanes pun berkumandang: “Orang berdosa bertobatlah!
Kamu kubaptis di dalam Yordan, dosamu diampunilah!”

3. Ingatlah, Yesus telah berfirman: “Air dan Rohlah yang kau perlu,
agar kebali kau dilahirkan dan Allah menerimamu!”

4. Siap di tangan melati putih, suling dan tifa bunyikanlah!
Dalam pelataran orang suci sambutlah Raja mulia!

KJ. 143 LIHAT ANAKDOMBA ALLAH
1. Lihat Anakdomba Allah; lihatlah, lihatlah.
Yang menghapus dosa dunia, dosaku, dosamu.

2. Kuberi kesaksianku; dengarlah, t’rimalah!
Ia ini Anak Allah, Putera mulia.

Kisah Pelayanan Yesus

 

KJ. 144a SUARA YESUS KUDENGAR
1. Suara Yesus kudengar, “Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Jiwaku yang letih lesu dinuatNya lega.

2. Suara Yesus kudengar, “Yang haus, datanglah,
dan air hidup Kuberi, hai mari minumlah.”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Kudapat Air Alhayat dan hidup dalamNya.

3. Suara Yesus kudengar, “Akulah Sang Terang.
Lihatlah sinar wajahKu: harimu cemerlang.”
‘Ku datang pada Tuhanku, Mentari mulia;
seluruh jalan hidupku cerah bahagia.

KJ. 144b SUARA YESUS KUDENGAR
Suara Yesus kudengar, “Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus Tuhanku, ‘ku datang berserah;

KJ. 145 MARI TUTURKAN KEMBALI
1. Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali, Yesus pahlawan besar.
Bahwa di malam lahirNya malak menyanyi merdu:
“Hormat dib’ri bagi Allah; dunia beroleh restu.”
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
Waktu berharga sekali, Yesus Pahlawan besar.

2. Waktu Almasih puasa di padang tandus gersang,
untuk dosaku digoda, tap akhirnya menang.
Mari tuturkan derita dan sengsaraNya pedih;
Untuk manusia yang hina Ia disiksa perih.

3. Tuhan dipaku di salib, tubuh memar didera,
matiNya nista danaib, lalu dikubur seg’ra.
Warta gembira sekali: “Kubur tak dapat menang;
Tuhan t’lah hidup kembali!” Kita beroleh senang.

KJ. 146a HAI KAMU SEKALIAN YANG BERDAHAGA
Hai kamu sekalian yang berdahaga, hai datang kemari dan minumlah air;
dan biar padamu wang perak tiada, silakan, belilah makanan ajaib:
air anggur, air susu, tak usah kaubayar. Telah tersedia Perjamuan Raya!

KJ. 146b HAI KAMU SEKALIAN YANG BERDAHAGA
1. Hai kamu sekalian yang berdahaga, hai datang kemari dan minumlah air;
dan biar padamu wang perak tiada, silakan, belilah makanan ajaib:
air anggur, air susu, tak usah kaubayar. Telah tersedia Perjamuan Raya!

2. Mengapa upahmu dan hasil jerihmu kaubuang terus untuk barang fana?
Dengarkanlah Aku, besarkan hatimu: di sini kau dapat santapan baka.
Kecaplah dan lihatlah seraya dijamu, betapa besar kebajikan Tuhanmu!

3. Pasanglah telinga dandatang padaKu, hai kamu sekalian yang berlelah;
tanggalkan bebanmu, sehingga jiwamu menjadi tenang dan hatimu lega.
Yang lapar dan haus merindukan Daku, Kusambut di Meja Perjanjian Baru!

KJ. 147 PETUGAS DI PABEAN
1. Petugas di pabean, si Lewi namanya,
dipanggil oleh Tuhan, t’rus bangkit ikut p’rintahNya.

2. Sesudah Lewi tobat; syukur diucapnya
dan Yesus serat sobat diundang ke jamuannya.

3. Farisi jadi bingung; katanya, “tak benar:
mengapa makan-minum bersam orang yang cemar?”

4. Bersabda Tuhan Yesus, “Ku masuk dunia
supaya Kubebaskan mereka yang penuh cela.”

KJ. 148 TATKALA HARI PUN SENJA
1
. Tatkala hati pun senja, yang sakit datang kepadaMu,
dirundung duka dan keluh; pulang denga sejahtera.

2. Senja sekarang ini pun, terkumpul kami yang penat;
dalam iman Engkau dekat, walau tak nyata wujudMu.

3. O Tuhan Jesus, tolonglah yang sakit maupun yang sedih;
ada yang kandas dan sepi, ada yang hilang kasihnya.

4. Yang satu budak dunia, yang lain kurang beriman;
ada yang hampir tenggelam: hanya Engkau Penolongnya.

5. Yang anggap dunia semu, tetap mengharap yang fana;
yang ditinggalkan kawannnya, belum mencari kasihMu.

6. Berdosalah semuanya tiada yang tent’ram penuh,
bahkan yang palin saleh pun justru merasa bercela.

7. O Yesus, juga kau telah menanggung siksa dan keluh;
oleh tindakan kasihMu tubuh dan roh obatilah!

KJ. 149 SANG MAHA TABIB T’LAH DEKAT
1. Sang Maha Tabib t’lah dekat, ya itu Tuhan Yesus.
Wahai yang sakit dan penat, dengarlah suara Yesus!
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.

2. DiampuniNya dosamu; dengarlah suara Yesus.
Menuju sorga jalanmu bersama Tuhan Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.

3. Segala pui bagiNya, telah ‘ku ikut Yesus.
OlehNya aku s’lamatlah; kucinta Tuhan Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.

4. Di kancah dosa dan gentar harapku hanya Yesus.
Senang hatiku mendengar mujizat nama Yesus.
Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka,
Yang terindah s’lamanya nama Tuhan Yesus.

KJ. 150 TIAP HARI BERGEMBIRA
1. Tiap hari bergembira ‘ku membaca Alkitab:
Jurus’lamat yang setia jadi Kawanku tetap!

2. Anak-anak diberkati dan dirangkul olehNya;
Kerajaan yang sorgawi nyata dalam dunia.

3. Orang sakit disembuhkan orang miskin pun lega,
disebut saudara Tuhan kar’na kasih sayangNya.

4. Bahkan orang yang berdosa diterima Tuhanku,
dan mereka yang bertobat diampuniNya penuh.

5. Tuhan Yesuslah Gembala yang menuntun dombaNya
masuk Kerajaan Allah yang penuh karunia.

6. ‘Ku mambaca tiap hari dalam Kitab yang kudus
dan semakin kusadari pengasihan Penebus.

KJ. 151 ADA SEORANG GEMBALA
1. Ada seorang gembala punya seratus domba
yang sungguh-sungguh disayangi damn tiap kali dihitung,
satu demi satu berurut sampai seratus kali.

2. Pada suatu ketika hilanglah satu domba:
Ia sedih serta menangis. Domba dihitung kembali,
Satu demi satu berurut: Kuranglah satu lagi!

3. Domba yang hilang dicari, lainnya ditinggal menanti:
akhirnya ditemukan lagi. Giranglah ia mengitung,
satu demi satu berurut sampai seratus kali!

4. Bapa yang ada di sorga, Ia Gembala juga
bagi semua manusia. Kita pun sangat dicinta,
satu demi satu dihitung satupun jangan hilang!

KJ. 152 YESUS KATAKAN, “AKULAH”
1. Yesus katakan, “Akulah Jalan, Kebenaran, Hidup
abadi dan kekal, Pohon kes’lamatan.”

2. Akulah Jalan yang esa, yang menuju Bapa,
Kub’ri hidupKu di salib menebus dunia.

3. Yesus, kusambut sabdaMu; t’rimalah pujian
dan doa stukur dariku bagai persembahan.

KJ. 153 DENGARLAH KATA YESUS
1. Dengarlah kata Yesus, “Akulah Roti hidup.
Barangsiapa datang kepadaKu tidak akan lapar lagi.”

2. Dengarlah kata Yesus, “Kuberikan air hidup.
Barang-siapa datang kepadaKu tidak akan haus lagi.”

KJ. 154 BIARLAH SEMUA ANAK
1. Biarlah semua anak datang kepadaKu;
yang kecil pun boleh ikut, janganlah diganggu!
Pintu kerajaanKu sungguh aku buka,
Agar justru yang kecil dapat masuk juga.

2. Biarlah semua orang datang kepadaKu;
yang besar pun boleh ikut, jangan ragu-ragu!
Asal hatinya rendah bagai anak jua,
Untuk yang dewasa pun pintuKu terbuka.

KJ. 155 YERUSALEM, PUSAKA DAUD
1. Yerusalem, pusaka Daud, betapa kau berubah!
Mengapakahb tak lagi kau menjunjung citra sorga?
Mesias datang padamu mencari kebajikan,
Wajahmu dingin membeku dan Dia Kausalibkan.

2. Yerusalem, mengapakah kausangkal maksud Tuhan?
Dimanakah sejahtera yang harus kauwujudkan?
Di zaman dulu sang Firaun telah berbuat jahat,
Tak ubah kini punengkau membunuh Jurus’lamat.

3. Yerusalem, o bundaku, nabi-nabi kaubunuh,
dan yang diutus padamu engkau lempari batu.
Merindu Yesus, Putra Daud, mengumpulkan anakmu;
Engkau ternyata tidak mau, sebab terlalu angkuh.

4. Yerusalem, Yerusalem, Rajamu sudah datang!
Seorang Anak Betlehem empunya Kerajaan.
TakhtaNya suci dan teguh, damaiNya tak berlalu
Dan Ia menjadikanmu Yerusalem yang baru.

KJ. 156 KITA, ANAK ADAM
1. Kita, anak Adam, insan bercela, lahir dalam dosa dan akibatnya,
kita kehilangan bahagia firdausdan menjadi takluk pada kuasa maut.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!

2. Walau berusaha sampai berlelah, tidaklah menolong kita yang lemah,
hanya Tuhan Allah yang Mahakurnia, yang dalam kasihNya mengutus PutraNya.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!

3. Andaikata Kristus tidak menjelma dala rupa hamba, masuk dunia,
jika bukan Dia menjadi Penebus, maka kita insan binasalah terus.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!

4. Sungguh, kasih Allah sangatlah besar, nyata bagi kita yang t’lah mendengar
bahwa PuteraNya di salib Golgota menghapuskan dosa seluruh dunia.
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!

5. KepadaMu, Kristus, puji s’lamanya: kau telah disalib bagi dunia,
Kau kekal bertakhta bersama BapaMu; t’rima kami ini di KerajaanMu!
Kyrie, eleison, Khriste, eleison, Kyrie, eleison!
Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihilah! Tuhan, kasihanilah!

KJ. 157 INSAN, TANGISI DOSAMU
1. Insan, tangisi dosamu! Ingatlah, Kristus menempuh jalan
penuh sengsara dan bagai hamba terendah Ia kosongkan diriNya
menjadi Perantara. Yang mati dihidupkanNya, yang sakit disembuhkanNya,
yang hilang Ia cari, berkurban diri akhirnya, memikul dosa dunia diatas kayu salib.

2. Syukur, pujian dan sembah kepada Dia angkatlah yang mati bagi kita.
Ikutlah Dia yang menang, pikullah salib dan beban dengan bersukacita!
KasihNya perkenankanlah dan dalam kuasa namaNya kalahkanlah yang jahat.
Ingat darahNya yang kudus, yang bagi Allah, Bapamu, berharga tinggi amat!

KJ. 158 ‘KU INGIN MENGHAYATI
1. ‘Ku ingin menghayati sengsara Tuhanku.
Semoga kudapati, ya Yesus, rahmatMu!
Beban kesalahanku membuatku lelah;
Berilah hidup baru, ya Yesus, tolonglah!

2. O ingat akan daku yang hilang tersesat;
bertimbunlah dosaku yang menekan berat.
JalanMu kulalaikan, hidupku bercela;
Engkau penuh kebaikan, ya Yesus, tolonglah!

3. Waktu yang Kauberikan terbuang olehku;
tidak kuperhatikan nasihat sabdaMu.
Jiwaku menderita dan berkeluh-kesah;
O Sumber sukacita, ya Yesus, tolonglah!

4. Kiranya kausembuhkan hatiku yang sedih,
sudilah menghapuskan dosaku yang keji.
‘Ku rindu akan hidup yang suci mulia;
hantikanlah tangisku, ya Yesus, tolonglah!

KJ. 159 YESUS, MESIAS ISRAEL
1
. Yesus, Mesias Israel, Yesus, Engkau Imanuel;
Yesus, Harapan dunia, Juruselamat Dikaulah!

2. Biarlah kami mengerti bahwa telah Engkau beri
damai sentosa yang penuh hanyalah oleh kurbanMu.

3. Petrus mengaku segera: “kaulah Mesias mulia!”
tapi menolak ujarMu bahwa sengsara Kautempuh.

4. Memang di mata dunia kurban di salib tercela,
namun kurbanMu, Penebus, hikmat Ilahi yang kudus.

5. Ajari kami kasihMu, juga memikul salibMu,
rela bersaksi tak segan bahwa Engkaulah yang menang!

6. Biar semua mengerti damai kekal yang Kauberi:
Kau Jurus’lamat dunia; Yesus, Kau Raja semesta.

KJ. 160 SANG ANAKDOMBA YANG KUDUS
1. Sang Anakdomba yang kudus memikul dosa dunia,
rela dan sabar menebus hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh jalan sengsara dan keluh,
Menurut dan setia. Ia dihina, disesah, mati di salib Golgota,
Berkata: “Ku sedia.”

2. Dialah Jurus’lamatku, Kawan yang tak bertara,
Pembawa damai yang penuh, disuruh Allah Bapa:
“Pergilah Kau, hai anakKu, terimalah di pundakMu
akibat dosa dunia; bebaskanlah manusia dari hukuman dan cela:
Engkaulah Penebusnya.”

3. “Ya Bapa, Aku HambaMu, yang Kau pesan Kutanggung;
sabdaMu niat hatiKu dan maksudMu Kusanjung.”
O kuasa kasih tak terp’ri Yang Mahakuasa memberi
PutraNya yang tercinta! Kasih Ilahi yang kudus,
Ke dalam maut kau tembus: kuasamu tak terhingga!

4. Sepanjang umur hidupku kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulanMu hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang, di malam duka Kau Teman
Yang menabahkan hati. Inilah yang menghiburku,
Bahwa ‘ku jadi milikMu baik hidup maupun mati.

5. Kau, Anakdomba yang lembut, kupuji siang-malam
dan diriku dengan syukur padaMu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku melimpah-ruah bagiMu
Mengungkap t’rimakasih, hingga pahala karyaMu
Yang Kauperoleh bagiku kuingat tiap hari.

6. Hendak kuminum cawanMu dalam KerajaanMu;
darahMu kemegahanku dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang baka akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa. Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisiMu ‘ku masuk rumah Allah.

KJ. 161 SEGALA KEMULIAAN
1. Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun suara anak-anak memuji Dikau t’rus.
“Hosana, Raja kami! Hosana, Anak Daud!
Utusan Tuhan Allah, mubarakah Engkau!”

2. Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun suara anak-anak memuji Dikau t’rus.
Malaikat dalam sorga memuji namaMu;
Segala yang tercipta menyambut kuasaMu.

3. Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun suara anak-anak memuji Dikau t’rus.
Kaum Israel dahulu menghias jalanMu;
Pun kami mengelukan namaMu yang kudus.

4. Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun suara anak-anak memuji Dikau t’rus.
Seb’lum Engkau sengsara, puian bergema;
Sekarang kami puji Kau dalam t’rang baka.

5. Segala kemuliaan bagiMu, Penebus!
Pun suara anak-anak memuji Dikau t’rus.
Dahulu dan sekarang Engkau terpujilah,
Ya Raja Mahamurah, Pemb’ri anugerah.

KJ. 162 HOSIANA! PUTRA DAUD
1. Hosiana! Putra Daud memasuki kota Sion.
Siap-siaplah engkau, atur takhta bagi Dia!
Ranting palma taburlah, buka jalan bagiNya!

2. Hosiana! Marilah kami sonsong Kau yang datang.
Hati kami siaplah untuk kami persembahkan
Dan umatMu berseru: “S’lamat datang padaMu!”

3. Hosiana! Datanglah! Raja dan Pahlawan damai;
karyaMu seluruhnya itu kemenangan kami.
Oleh kuasa tanganMu KerajaanMu teguh.

4. Hosiana! Lihatlah kami umat yang Kaupilih.
KepadaMu sajalah kami menyerahkan diri,
Tunduk, patuh dan teguh melakukan p’rintahMu.

5. Hosiana! Tolonglah kami tanpa pamrih
kepadaMu berserah beribadah yang sejati.
Yan tak patut dan teguh, ia bukan muridMu.

6. Hosiana bergema, terdengar dimana-mana.
Putra Daud, penuh berkat, jangan Kau di luar sana.
Hosiana, masuklah! Tinggal t’rus! Haleluya!

KJ. 163 DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU
1. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
damai sentosaKu Kuberi kepadamu!
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu,
damai sentosaKu Kuberi kepadamu!”
Janganlah hatimu gemetar dan gelisah;
Tuhan kasihilah dan percayalah Dia!
Ia telah pergi, Ia datang kembali.
Ingat amanatnya, berpegang pada janji:

2. DisediakanNya dalam rumah BapaNya
bagi sahabatNya tempat tinggal s’lamanya.
Sambil menanti Dia, kuatkanlah hati.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:

3. Kamu, jemaatNya, tahu jalan ke situ:
Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup!
Lakukanlah sabdaNya seraya menanti.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:

4. Kamu pun bukanlah bagai yatim piatu:
Roh Mahasucilah yang menghiburkan kamu!
Sampai TuhanMu datang amalkanlah kasih.
Ingat amanatNya, berpegang pada janji:

KJ. 164 DI LARUT MALAM YANG GELAP
1. Di larut malam yang gelap San Jurus’lamat yang resah,
sendiri di kebun senyap berdoa pada BapaNya.

2. Di larut malam yang senyap Almasih sangat takutlah,
sedang muridNya terdekat tak tahu prihatin GuruNya.

3. Di larut malam kemelut Penanggung dosa dunia
penuh sengsara bertelut, bergumul dalam doaNya.

4. Di larut malam yang ngeri malaikat Bapa datanglah,
diutus untuk memberi kekuatan yang dipintaNya.

KJ. 165 JURUS’LAMAT DUNIA
1. Jurus’lamat dunia, walau tak bersalah,
bagai maling disergap pada waktu malam
dan dihina, dicela didepan mahkamah,
diludahi, dicerca oleh kaum ulama.

2. Waktu fajar merekah,Yesus pun dibawa
ke Pilatus, dan seg’ra tak terbuki salah.
Ke Herodes yang kejam Yesus pun diseret;
Raja dan pengawalnya tak segan mengejek.

3. Jam sembilan paginya, balik ke Pilatus,
Tuhan kita disesah oleh kaum serdadu;
Jubah ungu diberi dan mahkota duri;
Olokannya: “Hai tabik, Raja kaum Yahudi!”

. Palang dihelakanNya pada tengah hari
dan di bukit Golgota Ia pun disalib,
menderita tiga jam; ada yang menghujat.
Matahari pun kelam dan menutup muka.

5. Pukul tiga yang sepi, Yesus, hampir mati,
berseru: “Eli, Eli, lamma sabakhtani?”
Lalu putus nyawaNya dan di Bait Suci
Tabir koyak terbelah; ada gempa bumi.

6. Waktu menjelang senja, yang kena hukuman
dipatahkan tulangnya agar diturunkan.
Yesus tak demikian, kar’na sudah mati:
Nampak dari lukaNya darah campur air.

7. Surya hampir terbenam waktu datang Yusuf
yang termasuk muridNya, minta mayat Yesus;
tubuh diturunkannya, dikapankan lenan
dan di kubur miliknya Yesus dibaringkan.

8. Tuhan Yesus, tolonglah kami mendalami
aniaya dan cela yang Engkau alami,
agar kami olehMu meninggalkan dosa
kepadaMu bersyukur, jiwa pun sentosa.

KJ. 166 TERSALIB DAN SENGSARA
1. Tersalib dan sengsara Kau, Yesus, Tuhanku,
terkulai menderita akibat salahku; dengan hati yang pilu,
sedih tak terperi kulihat siksaanMu yang dashyat dan keji.

2. Alam berdukacita dan langit menggelap saksikan Putra Allah
membuat Firman g’nap; ditanggung s’gala siksa
yang sakit dan pedih demi tebusan dosa manusia di bumi.

3. Tertumpah darah Yesus di bukit Kalvari;
dipikul dengan tulus durhaka insani.
Bertobatlah, manusia, memohon ampunNya,
Supaya di sucukan di dalam darahNya!

KJ. 167 YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU
1. Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu, hingga hukuman bagiMu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan padaMu Tuhan?

2. Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dib’ri mahkota duri
dan minumnMu pada kayu salib anggur yang pahit.

3. Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar’na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku jadi bebanMu!

4. Siapa menduga jalan hukum ini: bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.

5. Kau harus mati walau tak berdosa, orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaskanlah kami yang t’lah mengaminkan Kau disalibkan.

6. Kasih sempurna, rahmat tak terhimgga, Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, kau menderita!

7. Raja abadi, apa kulakukan, agar kasihMu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan jadi imbalan?

8. Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasihMu suci dan ilahi.
Baik berusaha maupun beribadah, takkan setara!

9. Namun yang tinggal berkenan padaMu hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat tidak Kautolak.

. Kar’na ‘ku tahu aku tak berkuasa dan agar jangan aku putus asa,
b’ri Roh KudusMu memerintah aku ikut jejakMu!

11. Jadikan daku taat dan setia demi namaMu yang mahamulia,
agar kupikul salibMu ke muka tanpa berduka.

12. Walau karyaku tak bersifat jasa, namun, ya Tuhan , Kau senantiasa
mau menerima persembahan hati dan Kauberkati.

13. Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah, Kau yang terpuji umtuk selamanya;
aku pun ikut memberi selalu syukur padaMu!

KJ. 168a HAI DUNIA, LIHAT TUHAN
Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.

KJ. 168b HAI DUNIA, LIHAT TUHAN
Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.

KJ. 168c HAI DUNIA, LIHAT TUHAN
1. Hai dunia, lihat Tuhan, Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib. Sang Raja Kemuliaan menanggung
penghinaan, sengsara siksa yang keji.

2. O lihatlah betapa penuh keringat darah seluruh tubuhNya.
HatiNya yang mulia, dirundung dukacita,
Terungakap dalam berkesah.

3. Siapa menyebabkan hukuman dan siksaaan terhadap diriMu?
Kau bukanlah pedosa; Kau suci tak bernoda.
Mengapa salib Kautempuh?

4. Kesalahanku jua dan dosaku semua sebanyak pasir laut,
yang menyebabkan duka, sengsaraMu dan luka
dan sisa yang membawa maut.

5. Akulah yang celaka. ‘Ku patut ke neraka akibat dosaku.
‘Ku patut menderita segala dukacita, perih dan sakit bilurMu.

6. Kauangkat ke pundakMu segala tanggunganku yang menekan berat.
Sedang Engkau dikutuk, ‘ku bebas dan terluput.
SalibMu itulah berkat.

7. Dengan menyangkal diri ‘ku ingin mengiringi Engkau, ya Tuhanku,
di dalam sukacita, pun dalam menderita tetap setia padaMu.

KJ. 169 MEMANDANG SALIB RAJAKU
1. Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.

2. Tak boleh aku bermegah selain di dalam salibMu;
kubuang nikmat dunia demi darahMu yang kudus.

3. Berpadu kasih dan sedih mengalir dari lukaMu;
mahkota duri yang pedih menjadi keagunganMu.

4. Melihat darah lukaNya membalut tubuh Tuhanku,
‘ku mati bagi dunia dan dunia mati bagiku.

5. Andaikan jagad milikku dan kuserahkan padaNya,
tak cukup bagi Tuhanku diriku yang dimintaNya.

KJ. 170 KEPALA YANG BERDARAH
1. Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkatMu,
Kau patut kukagumi: terima hormatku.

2. O wajah yang mulia, yang patut di sembah
dan layak menerima pujian dunia, sekarang diludahi,
dihina, dicerca, disksa, dilukai yang salah siapakah?

3. Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung dikayu salibMu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
Ampunilah hambaMu, beri anugerah!

4. Gembala yang setia terima dombaMu!
Kau Sumber bahagia Penuntun hidupku.
SabdaMu t’lah membuka karunia tak terp’ri
Dan nikmat dari sorga padaku Kauberi.

5. Syukur sebulat hati kub’rikan padaMu,
ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku.
Hendaklah ‘ku terhibur dengan tuntunanMu:
PadaMu ‘kuberlindung di akhir hayatku.

6. Di saat aku mati, Kau tinggalah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
Berilah kekuatan berkat sengsaraMu.

7. Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salibMulah, ya Tuhan, penghibur anakMu
dan wajahMu kupandang!

Sumber : Lirik Kidung Jemaat Online (Thanks buat Ibu Hotma Senja Mariati Nababan, Pemilik Blog Lirik Kidung Jemaat Online dan juga merupakan jemaat GKPI Bukit Sion Batam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *