Khotbah Minggu 24 Februari 2013 (Reminiscere)

KHOTBAH MINGGU 24 FEBRUARI 2013 (REMINISCERE)

THEMA : ALLAH TETAP PADA JANJINYA

KEJADIAN 15 : 1 – 6

 

PENDAHULUAN

Abram diberkati hidupnya bukan karena dia baik dihadapan Allah. Dihadapan manusia dia memang cukup baik, demikian juga di dalam pandangannya sendiri, dia sudah cukup baik dan layak diberkati. Namun tidak dihadapan Allah. Demikian juga dengan kita yang memandang diri kita sebagai orang baik dihadapan semua orang. Abram diberkati hidupnya bukan karena dia lebih baik dari yang lain. Kalau Abram diberkati dan dibenarkan oleh Allah karena perbuatan baiknya maka Abram memperoleh dasar untuk bermegah. Sebab jikalau Abram dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Abram bisa saja mengatakan: lihatlah diriku, saya orang yang sangat baik. Tetapi Allah menjawab : menurutmu engkau baik, tetapi menurut penilaianku, kamu tidaklah baik, bnd. Yes 64:6.

 

PENJELASAN

Ungkapan dalam ayat 1 dalam pasal ini merupakan Firman TUHAN tentang penyataan kemauanNya dan rencanaNya tentang Abram, sehingga jelas bahwa janji itu bukanlah hanya angan-angan dan cita-cita atau hasrat hati Abram. Hasrat bukanlah bapa-pikiran. Janji itu bukanlah suatu pikiran dalam hati Abram, melainkan suatu penyataan dan penyingkapan dari luar diri Abram kepada Abram sendiri. Dengan nasehat dan jaminan “Janganlah takut, Abram” maka Allah sendiri mengambil alih tanggung-jawab atas kehidupan, yaitu perlindungan atas nyawanya¬† dan upah-ganjarannya. Rasa takut Abram mempunyai dasar yaitu takut kepada Kedorlaomer dan teman-temannya, yang akan menyerang balik, balas dendam, sebab semuanya ini dikarenakan keberanian Abram. Padahal tidaklah demikian melainkan karena Allah tetap mendampinginya, lht. Kej. 14, begitu juga dengan ketakutan karena belum memperoleh anak, ayt.2-3. Suatu pergumulan yang cukup mengganggu hidup Abram apalagi dengan Sara sendiri, siapa yang akan menjadi penerusnya nantinya. Abram juga mempunyai rasa takut dengan perjumpaannya kepada kekudusan demikian halnya dengan Musa yang menutupi wajahnya agar tidak mati. Kekudusan dan kemuliaan Tuhan bisa menghanguskan orang berdosa.¬† Allah sebagai perisai Abram itu sebabnya kemana Abram pergi Allah tetap mendampinginya sehingga tidak ada siapapun yang berani untuk mengganggu akan keberadaan Abram, bnd.Yoh.10:28-29.

Kita sering melakukan sesuatu dengan mengandalkan pikiran kita sendiri bukan didasarkan dengan imannya. Iman tidak bekerja pada saat sesuatu itu masih mungkin kita lakukan. Iman itu dimulai ketika kuasa kita tidak mampu lagi. Disinilah kita mempunya rasa takut karena tidak ada yang bisa menjamin keselamatan kita. Ketakutan yang sebenarnya adalah ketika kita merasa tidak berdaya tidak bisa berbuat apa-apa. Allah telah memberikan jaminanNya sekaligus jaminan kita sebagai orang yang percaya. Tidak ada yang perlu ditakuti walau kita tidak berdaya, karena ada kuasa Allah yang mahakuasa yang mau menjadi perisai hidup/lombulombu bagi kita; sehingga siapapun dan apapun tidak akan bisa merampas kita tanpa seizin Allah, asal kita mau menyerahkan diri kita sepenuhnya kedalam tangan Tuhan. Yakinilah Tuhan agar kita jangan dihantui dengan ketakutan. Allah berada dalam kemuliaanNya sebab kita tidak bisa memahami Allah dengan logika kita. Abram bertanya kepada Allah, lht ayt 2, hal ini ditunjukkan oleh Abram dengan memakai logika padahal Allah sendiri telah mendampinginya dalam mengalahkan kedorlamer bersama empat raja dan para sekutunya, Abram tidak percaya dengan janji Allah sebab secara kemanusiaan manalah mungkin perempuan yang sudah lanjut umur akan melahirkan seorang anak. Hal ini merupakan suatu dakwaan terhadap Allah yang dilakukan oleh Abram sendiri. Seperti kita ketahui bahwa Iman itu tidaklah datang sekaligus, melainkan mengalami suatu proses dalam kehidupan orang-orang yang percaya.

Dengan peristiwa yang demikian Allah menempa Abram menjadi orang yang percaya. Bila keraguraguan kita serahkan melalui tuntunan Roh Kudus maka itu akan berubah menjadi iman yang kokoh. Tuhan ingin kita tahu bahwa Dia adalah sang creator dan sang maestro yang tiada tanding. Tiada yang mustahil bagi Tuhan. Segala keragu-raguan hati manusia tidak dapat diatasi oleh sesuatu apapun, jikalau tidak oleh Firman Allah, penyataan rencana dan kemauanNya. Firman itulah yang hendak menegaskan dan meneguhkan hati Abram yang telah bimbang dan pusing kepala. Firman Allah melawan dan menentang ketakutan dan kegelisahan hati manusia dan memberikan kepastian dan ketetapan hati. Untuk memberikan kepastian Allah mengajak Abram untuk melihat bintang dilangit bukan hanya dengan mendengar tetapi langsung untuk mengajak melihat kenyataan itu. Sehingga allah mengatakan seperti bintang dilangit itulah akan keturunanmu, bagaimanalah mungkin secara logika manusia? Tetapi dibalik semuanya itu Abram menjadi percaya serta menerima janji Allah itu sebagai keyakinannya, bnd.Ibr.11:1.

Semua keraguan Abram telah terbuang dengan rencana-rencana yang ia buat, baik itu akan mengangkat anak dari si Hagar sebagai ahli waris, kini sudah menjadi kenyataan serta memiliki iman yang teguh serta dengan hati yang bulat dia menerima janji Allah. Abram tidak mempunyai rencana lain dia hanya mengandalkan janji Allah,lht.Ibr.11:11. Terbukti bahwa janji Tuhan itu bukan omong kosong bila kita terima dengan iman sebab mujizat adalah spesialisNya, yang penting bagi kita adalah yakinilah Allah dengan seratus persen. Biarlah Tuhan yang bekerja, itu adalah spesialisasiNya, Dia adalah ahlinya. Mujizat Tuhan masih terjadi hari ini dan itu juga sudah diperuntukkan bagi kita serta mau benar-benar percaya kepada Dia. Abram menjadi benar di mata Tuhan bukan karena diri dan kebaikannya sendiri tetapi karena imannya. Imannya menghapus segala kelemahannya. Janganlah kita batasi diri kita mempercayai Allah sebab imanmulah yang menyelamatkan dirimu.

Allah tidaklah memberkati mereka yang menganggap dirinya baik dan benar, Allah memberkati mereka yang percaya kepadanya. Kita yang sudah percaya kepada Kristus sudah menerima pembenaran ini, karena kita sudah percaya kepada Kristus maka kita dinyatakan benar dihadapan Allah dan layak menerima berkat-berkat Allah. Allah memberikan semua kebenaranNya kepada kita sebab kebenaran Kristus menjadi milik kita. Allah memberikan kepada kita anugerah keselamatan dan juga berkat-berkat y ang kita butuhkan dalam menjalani hidup ini semuanya ini diperoleh memalui iman kepada Kristus Yesus.

 

RENUNGAN

Iman kepada Kristus membuka semua berkat-berkat Allah buat kita, sekarang kita tinggal mengambil semua berkat itu dengan iman. Setiap hari kita mesti hidup dengan iman untuk menerima segala berkat Allah, bnd.Rom.1:17, Perjuangan kita dalam pelayanan, dalam pekerjaan dalam kesehatan, sebenarnya bukan hanya perjuangan secara fisik saja, melainkan juga kita berjuang dengan iman sebab dengan iman kita akan berhasil. Dalam pelayanan kita butuh hikmat dan kuasa serta dalam kehidupan sehari-harinya, dengan dilandaskan pada iman sebab orang yang imannya besar akan menikmati segala berkat-berkat Allah. Iman dan keraguan adalah dua sisi mata yang, kalau iman tidak ada maka keraguan yang muncul, jika keraguan tidak ada, maka iman yang akan terlihat. Keraguan itu selalu melihat halangan, Iman melihat adanya jalan, keraguan selalu melihat malam yang gelap, Iman melihat adanya hari yang terang, keraguan takut untuk melangkah, Iman akan mendaki ketinggian, keraguan akan bertanya, siapa yang akan percaya? Janganlah melihat yang kelihatan, pandanglah yang tidak terlihat yakni Allah. Percayalah bahwa hal-hal yang luar biasa dan mustahil bisa terjadi oleh kuasa Allah. Iman itu bukan hanya percaya firman Tuhan, namun menyerahkan diri kita kepada Tuhan dan firmanNya.

Sumber : Pdt. R. L. Gultom, STh. MA, Suara Gkpi, No: 43/02/2013, Edisi Februari 2013,, Hal : 63-65

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *